Entah Mitos Atau Fakta Lagu Takdir


Penyanyi dan pencipta lagu Takdir ini masih misterius . Namun lagu Takdir ini pertama kali berkembang dan muncul di kota Pati Jawa Tengah yang beredar melalui Handphone ke Handphone . Kabar burung yang beredar dari mulut ke mulut konon lagu ini menceritakan tentang seseorang Wanita yang meninggal sebelum sempat menyatakan cintanya kepada seorang laki laki misterius .Lalu seorang laki laki tersebut menciptakan lagu Takdir ini sebagai wujud rasa menyesal karena tidak tau bahwa sang wanita tersebut menyukainya sampai ajal. Dia menciptakan lagu ini penuh perasaan dengan syair yang dalam dan menyayat hati bagi yang mendengarnya

Berikut Lirik lagu Takdir:

Kularutkan ke malam sunyi
kusandarkan ke Hari yang hitam
Ku masih terpaku

Tlah kupanggil angin malam
Ku harapkan kan di hempas
namun semua sia sia kau telah pergi

Reff:
Ketika malam datang
ku tak bisa melihatmu
ketika pagi datang
ku tak bisa menyentuhmu
kau telah pergi ...

memang salahku tak pernah tau
tentang isi hatimu
namun sekarang kau tutup mata tuk selamanya

Mitos
Konon siapa saja yang mendengar lagu ini tepat di tengah malam,secara tiba tiba akan berubah pola tingkah,terpengaruh jiwa dan fikiranya. Yang mendengarkan lagu ini akan berubah tingkahnya tanpa sebab yang jelas, ada yang menangis,ada yang bersedih,ada yang diam,ada yang terguncang,ada yang tiba tiba histeris,ada yang di datangin Wanita saat tidur bahkan ada yang pernah mengaku di rasuki Jin perempuan saat fikiran lagi kosong.

Kesaksian
Rumor ini telah sampai di masyarakat bahkan bukan hanya di Pati, namun sudah berkembang di Kota-Kota sekitar Pati seperti Kudus,Semarang,Rembang,Jepara, Blora,dll. banyak kesaksian dari mulut ke mulut tentang lagu ini entah kebetulan atau di lebih lebihkan saja karena beredarnya melalui mulut ke mulut tanpa sumber yang jelas, berikut orang - orang yang mengaku pernah mengalami dampak lagu Takdir

Seorang Siswi di Pati . Dia mendengarkan lagu ini tepat jam stengah 12 Malam melalui Mp3 Yang di dapat dari temanya,setelah mendengar lagu ini dia menjadi linglung selama 2hari fikiranya kosong,selama 2 hari jiwanya seperti di terpenjara di alam lain namun di malam ke-2 ibunya bermimpi ada seorang wanita yang mengantarkan anaknya pulang dan besuk harinya kondisinya mulai membaik dan pulih.
Kemudian Seorang Siswi SMA Swasta di Kudus dia pertama kali mendengarkan lagu ini sebelum tidur jam 1 Dini hari melalui MP3 yang beredar ,dia mengaku setelah mendengarnya 2hari berturut turut dia selalu bermimpi di datangi seorang wanita cantik berbaju Kuning.
Anak-anak tongkrongan yang iseng menyanyikan lagu ini sekitar jam 12an malam dengan menggunakan gitar,ketika lagu ini dinyanyikan baru dapat separuh tiba tiba sesosok wanita berbaju kuning melintas kemudian menghilang .
Seorang guru musik mengaku mencium bau wangi ketika mendengarkan lagu ini pada jam 1 dini hari dan bermimpi di datangi wanita yang lagi lagi berbaju kuning bahkan dia sempat di ajak pergi namun dia menolaknya.
Serta banyak kesaksian lain yang beredar dari yang tiba tiba menangis saat menyanyikan ,ada yang histeris atau gangguan gangguan ghaib seperti suara jejak kaki,suara wanita menangis,suara jatuh dari atas,bau wangi melati,suara orang mengetuk pintu dll. Namun juga banyak yang tidak percaya dan ingin membuktikanya sendiri mendengarkan lagu ini tepat di tengah malam . Di awal dan di akhir lagu ini ada suara berdenging yang cukup buat merinding nah di saat suara berdenging yang terakhirlah suara suara aneh atau penampakan sering terjadi.

Sebenarnya lagu ini lumayan bagus dari segi aransmen dan liriknya,tidak ada yang menyeramkan ,hanya di awal dan di akhir lagu ada efek yang berdenging yang mungkin menambah horor jika di putar lewat tengah malam. Iringan string yang menyayat mungkin juga yang bikin serem seperti alunan lagu kematian,di segi lain tidak ada yang menyeramkan lagi.
Nah setelah kalian tau sejarah lagu ini dan tidak menyeramkan pasti kalian tidak akan takut lagi mendengarkanya. Kalau ingin membuktikan silakan mengajak teman atau sodara buat di puter tepat tengah malam nanti

Kebenaran Orbs

Orbs merupakan sebuah fenomena munculnya lingkaran putih pada sebuah frame foto yang di indikasikan sebagai hadirnya sosok dari dunia lain ( baca; sosok gaib), bulatan bulatan pada frame foto tersebut terkadang muncul dalam jumlah banyak dan meninggalkan jejak.

Pada teknologi fotografi digital khususnya untuk penggunaan kamera ultra compact, orbs disebut juga sebagai orbs backscatter. orbs backscatter biasanya terjadi karena konstruksi lensa dan built-in flash yang berdekatan pada kamera multi-compact tersebut sehingga mengecilkan sudut pencahayaan ke lensa dan otomatis menaikkan refleksi pencahayaan pada partikel-partikel yang hampir tak terlihat dengan mata telanjang di depan lensa

Oleh karenanya, orbs backscatter bisa dihasilkan dari partikel-partikel seperti debu, bubuk dan partikel cair yang jatuh seperti misalnya derai air hujan. terkadang kalau kita melihatnya kita berfikir kalau lensa kamera kita kotor sehingga menghasilkan efek bola putih tersebut.

Orbs adalah sebutan yang populer untuk bulatan anomali yang muncul pada foto.Dalam bahasa spanyol biasa disebut dengan canoplas.Dalam kamera dan video orbs muncul seperti bola, permata atau bulatan cahaya dengan ukuran gambar seperti bola golf sampai dengan bola basket. Orbs dipercaya sebagai penampakan hantu oleh paranormal atau orang yang memiliki kemampuan melihat alam gaib.

Beberapa orang mampu melihat orbs dengan mata telanjang, ini karena bakat atau dengan latihan. Karena orbs bergerak dengan cepat, maka tidak semua kamera dapat menangkapnya.Butuh kamera dengan resolusi tinggi. Kamera digital dengan resolusi 5 mega pixel sekarang sudah bisa menangkap orbs tersebut. Untuk menangkap orbs yang bagus, sangatlah mudah. Anda tinggal masuk ke rumah atau tempat yang dianggap angker oleh masyarakat, sendirian, gunakan kamera digital anda dan foto sembarang ke banyak tempat. Anda juga bisa memfoto orang yang diduga memiliki susuk atau Khodam (Jin).

Biasanya setiap kali kita mengambil gambar tersebut dengan kamera digital, orbs selalu muncul disekitar orang tesebut. Orbs bisa membias menjadi seperti kumpulan awan atau asap, dengan istilah Ektoplasma. Ektoplasma ini diduga sebagai transformasi hantu yang kedua sesudah orbs.

Dari beberapa penjelasan diatas terdapat kontradiksi yang menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah ketidak sengajaan oleh sebab sang fotografer mungkin lupa menjaga kebersihan lensa kamera mereka (Noise), namun di lain pihak, banyak juga para fotografer yang mengklaim mereka selalu menjaga performa kamera mereka dalam keadaan bersih dan hasil jepretan tetap menghasilkan Orbs tadi. untuk beberapa pengambilan foto ada yang mengaku kalau gambar mereka setelah cetak bila diperbesar pada lingkaran putih tersebut akan menampakkan sosok gaib (Ghostly phenomena).

Lokasi lokasi yang biasanya cenderung menjadi favorit untuk Orbs menampakkan dirinya adalah seperti rumah kosong yang angker, pemakaman umum. bahkan ada sebuah riset yang menyatakan bahwa tempat ber aura atau energi positif pun bisa jadi tempat penampakan Orbs tersebut, contohnya tempat peribadatan (masjid,pura,gereja,kuil,synagog dll), rata rata mereka yang berhasil mendapatkan gambar Orbs tersebut menggunakan kamera pocket biasa (5 MP-keatas) bukanlah sebuah kamera digital yang beresolusi tinggi.

sumber:
http://www.indospiritual.com/artikel_mengenal-orbs.html

Pro-Kontra Indigo

 
Anak indigo adalah anak yang memiliki kemampuan lebih. Sayangnya seringkali dipandang aneh. Kini telah banyak anak indigo yang lahir di seluruh dunia, temasuk Indonesia. Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 700-an anak. Inilah cerita-cerita unik tentang kelebihan mereka.

Pola pikir anak biasanya akan mengikuti orang dewasa di sekitarnya. Tetapi tidaklah demikian dengan anak indigo. Justru anaklah yang mengubah dan membentuk pola pikir orang di sekitarnya. Sebab, meski masih anak-anak tetapi jiwa mereka umumnya lebih dewasa hingga bisa dibilang lebih matang dibandig usianya.

Kebanyakan anak indigo yang lahir setelah tahun 1990 menurut Dr. H. Tubagus Erwin Kusuma, SpKJ, memiliki tingkat spiritual tinggi. Hal itu ditunjukkan melalui cakra berwarna nila ketika di foto aura. Menurut ahli jiwa anak dari Klinik ProVclinic itu, di Jakarta saat ini tercatat ada 70 anak indigo. Namun jumlah yang sebenarnya diperkirakan bisa mencapai 700-an.

Menurut Erwin, anak indigo tidak sekadar memiliki kelebihan, tapi juga mempunyai beberapa tipe, yakni humanis, konseptual, artis, dan interdimensionalis. Anak tipe humanis memiliki perasaan yang peka terhadap lingkungan sosial. Sedangkan tipe konseptual selalu berpikir sesuai dengan apa yang dianggapnya benar. Ada pula yang sangat menyukai seni dan hasil karya mereka seperti seorang profesional. Yang seperti ini tergolong tipe artis.

Sedangkan tipe Interdimensionalis adalah yang dapat berinteraksi dengan makhluk lain seperti makhluk halus. Selain itu mereka dapat menembus lorong waktu, sehingga bisa melihat apa yang terjadi di masa lalu, kini, dan akan datang. Anak indigo terkadang tidak hanya memiliki satu tipe, tapi bisa dua atau lebih. Tipe-tipe ini terlihat pada kemampuan Shantiq, Rheinanda dan Haikal.

Dr. Erwin juga memprediksi, bahwa sebentar lagi akan muncul anak kristal yang memiliki aura putih dan kemampuan melebihi anak indigo. Berbeda dengan anak indigo, anak kristal memiliki tingkat kematangan spiritual yang lebih tinggi. Mereka memiliki sifat yang lebih tenang, tidak frontal seperti anak indigo. Saat ini generasi anak kristal sudah mulai lahir ke dunia, namun tidak diketahui di belahan bumi mana.

Terdapat 4 macam anak indigo:

1.Humanis. Tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir di masa datang adalah dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku menonjol saat ini hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat kokoh.

2.Konseptual. Lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir adalah sebagai arsitek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku menonjol suka mengontrol perilaku orang lain.

3.Artis. Tipe ini menyukai pekerjaan seni. Perilaku menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.

4.Interdimensional. Anak indigo tipe ini di masa datang akan jadi filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun karena mereka sudah mengetahuinya.

Ciri-ciri anak berbakat yang indigo:

1.    Memiliki sensitivitas tinggi.
2.   Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebihan
3.   Mudah sekali bosan.
4.    Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis.
5.    Memiliki gaya belajar tertentu.
6.    Mudah frustasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya.
7.    Suka bereksplorasi.
8.   Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya.
9.    Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.
10.  Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.


Apa yang harus dilakukan orangtua:

1.    Hargai keunikan anak dan hindari kritikan negatif.
2.    Jangan pernah mengecilkan anak.
3.    Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
4.    Bantu anak untuk berdisiplin.
5.    Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun.
6.    Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
8.    Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggap mengada-ada.
9.    Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka.

Kelebihan Istimewa Anak Indigo

1• Tahu Bahaya yang Akan Datang
2• Mengetahui Masa Depan
3• Membaca Isi Hati

Mahameru dan 5 cm

Mahameru atau yang lebih dikenal dengan Puncak  Gunung Semeru, gunung tertinggi di Jawa. Belakangan sedang ramai diperbincangkan. Biasaya Mahameru hanya ramai jadi topik pembicaraan sekelompok penggiat kegiatan alam, atau menyebut dirinya ‘Pencinta Alam’, tapi kali ini perbincangan telah melenceng memasuki ranah yang berbeda, yaitu sekelompok awam, yang selama ini tak terpikirkan menjejakkan kakinya di gunung, apalagi gunung tertinggi di Jawa, berkat sebuah buku yang difilmkan berjudul 5 cm.

Semeru adalah rumah dewa, tanah tertinggi di tanah jawa, Mahameru adalah tempat yang suci. Sedemikian Agungnya Mahameru, sehingga menjadikan salah satu impian pendakian bagi para pencinta alam, menjadi tempat ritual yang disucikan, bahkan ada salah satu sahabat yang melamar pasangannya di Ranukumbolo, dan sempat juga melihat cuplikan photo-photo pasangan yang menikah di puncak Mahameru.

Gunung Semeru dengan puncak Mahameru, saya pernahmenggapainya lebih dari 10 tahun lalu, kala itu saya memberanikan diri untuk ikut dalam pendakian yang diadakan oleh abang2ku di salahsatu kelompok pencinta alam - fyi saya tak pernah menjadi member salah satu kelompok penggiat pencinta alam - , salah satu alasan terbesarku untuk ikut pendakian ke Semeru adalah ‘membayarkan hutang janji’ pada sahabatku Alm. Hafidhin Royan yang meninggal pada peristiwa 12 Mei’98, saat itu kami dan beberapa sahabat di kampus berencana untuk mendaki Semeru di liburan semester.

Pendakian ke Semeru tidak bisa di anggap remeh, apalagi untuk saya yang jarang-jarang mendaki gunung. Sebenarnya tidak cukup PD untuk mengikuti pendakian, sehingga untuk membantu meningkatkan kekuatan fisik, saya di latih oleh abang-abangku untuk maraton, dan olah raga berat lainnya, rutin selama satu bulan menjelang keberangkatan menuju gunung Semeru.

Saya sebenarnya bukan pendaki gunung, saya hanya penikmati jalan-jalan, sehingga kemanapun hayuk. Pengalaman mendaki Semeru dengan pemandangannya yang spektakuler merupakan salah satu pengalaman yang luarbiasa yang pernah saya lakukan, kenangannya terus melekat, walau sudah bertahun-tahun lalu, hingga euforia film 5 cm menyentil kami. Kenangan indah dan cerita-cerita selama pendakian Semeru kembali terbuka, seperti membuka photo lama yang penuh cerita.

Sebelum menonton film 5 cm saya sudah membaca bukunya, terlalu drama buat saya, sehingga saya skip beberapa bab di awal demi langsung membaca cerita perjalanan di Semeru. Di buku tertulis secara detail landscape ranu pane, perjalanan menuju ranu kumbolo melintasi jalur sempit (jalurnya masih sempit dan bersisian dengan jurang) dan pesona sunrise di Ranu Kumbolo. Derita mendaki dari kali mati hingga puncak dan melewati arcopodo dan cemoro tunggal (beneran satu-satunya pohon cemara di tengah hamparan pasir). Semua tulisan pada buku 5 cm bagi saya seperti membaca pengalaman pribadi yang pernah saya alami saat mendaki Mahameru.

Lalu filmnya tayang, dan begitu menggelegar, di beberapa studio bahkan di tayangkan pada 2 cinema. Abang-abangku seperjalanan ke Semeru tiba-tiba menyolek ngajak nonton bareng, demi memuaskan kerinduan kami pada Semeru.
Tapi….ternyata kami menonton sinetron berlatar kecantikan Semeru. View Semeru cukup membayar kerinduan kami akan Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Kalimati dan Mahameru, tapi jalan cerita….zzzz….pas

Entahlah, saya bukan penganalisa film, sekali lagi saya Cuma penikmat saja. Dari keseluruhan film, bagian yang kami tunggu-tunggu hanya saat-saat di Semeru, pemandangan keindahan alamnya, selebihnya biasa saja. Bagi kami film ini adalah sangat sinetron sekali, seperti tokoh perempuan naik gunung dengan make up dan asesoris (boro2 make up, pake sunblock aja dah syukur banget saat pendakian), baju yang bagi saya, tidak nyaman untuk pendakian (celana jeans ketat….haallloooooww…ini gunung neng bukan mol) serta tas asesories yang terlihat ringan dan kosong menjadi pemanis punggung…alih2 nonton, kami malah jadi ngobrol bisik2 dan cekikian sama tetangga melihat penampilan yang sangat sinetron tersebut, heehheheee
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya

Konon, menurut info di balik layar, selama pembuatan film 5 cm, kawasan TN Semeru menjadi tercemar, rusak dan bersampah berat. Entah apa yang mereka (pemain, crew dan pendukung film 5 cm) lakukan pada tempat yang begitu indah dan damai, rusak oleh suatu komersialitas dan kapitalitas dengan menjadikannya tempat sampah raksasa. Entah kenapa sepertinya menyampah adalah sesuatu yang ‘Indonesia Banget’…malu jadinya. Tidak seharusnya sampah mengotori Taman Nasional Semeru, sekiranya saja mereka (pemain, crew dan pendukung film 5 cm) peduli dan mau mengenal apa itu Taman Nasional Semeru, seharusya bukan sampah yang mereka berikan, tapi ternyata mereka tak perduli.

Jangan sampai seusai menonton 5cm, berbondong-bondonglah orang-orang tua, muda, miskin, kaya tanpa pengawasan dan pengalaman mendaki Semeru, seakan mendaki Semeru begitu mudahnya seperti yang perpapar di film 5 cm dan bertindak semena-mena terhadap tanah cantik itu. Sekedar untuk diketahui bahwa setiap tahun selalu ada korban dalam pendakian Gunung yang ceroboh dan tak menghargai alam, dimanapun itu.

Tapi…bagaimanapun, saya salut untuk seluruh pemain dan crew film 5 cm berhasil menggapai puncak Mahameru, dengan apapun daya usahanya, karena Mahameru bukan sembarang tempat yang mudah digapai….

Ada sebuah lagu yang menjadi lagu wajib kami untuk mengenang kecantikan Semeru, berikut petikan baitnya :
Di jenjang Desember kudatang padamu
Kubimbing kau ke lereng Semeru
Kubelai rambut nan indah, kau tertunduk malu
Oh indahnya Mahameru